Selamat Datang di Blog Biologi SMAN 46 Jakarta

Blog ini ditujukan secara khusus bagi seluruh siswa/i SMAN 46 Jakarta. Namun siapa saja dipersilahkan untuk mengambil apa yang berguna dari blog ini. Semoga bermanfaat dan turut memajukan pendidikan di Indonesia.

Penerapan Metode Pembelajaran Abad 21

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21. Setidaknya ada empat yang harus dimiliki oleh generasi abad 21, yaitu: ways of thingking, ways of working, tools for working, and skills for living in the word.

Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajaran yang menyenangkan ( joyful learning ) adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa. Siswa merasa nyaman, aman dan asyik. Perasaan yang mengasyikan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu.

Belajar Sepanjang Hayat

Belajar hingga sepanjang hayat. Mensabari semua proses dan kesulitan-kesulitan dalam belajar sebagai proses pendewasaan dan pencerdasan diri. Meyakini bahwa bersamaan dengan kesulitan yang ada selalu ada kemudahan.

Belajar Sebagai Ibadah

Menjadikan semua proses belajar dan ilmu yang sudah dimiliki sebagai sarana beribadah menuju kepada Tuhan Yang Maha Esa

Recent Posts

Jumat, 10 Juli 2015

Nafsu Tersembunyi

NAFSU TERSEMBUNYI

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak.

●●●●

Menuturkan lembaran episode hidupnya, Ahmad bin Miskin bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku berazam untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan jalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "berikan makanan ini kepada keluargamu."

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan siksa lapar. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan."

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan akalku dalam khayalan ukhrawi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan", kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.
Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.
Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah.
Dalam posisi seperti itu, tiba tiba Abu Nashr terbang kegirangan mendatangiku.

"Hei, Abu Muhammad! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.

"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"
"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta", ujarnya.
"Terus?", tanyaku keheranan.
"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashrah ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melajit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya."

Mengisahkan awal episode baru hidupnya, Ahmad bin Miskin berujar :
"Kalimat puji dan syukur kepada-Nya berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukurku, segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, dia terus bertambah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

●●●

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.

Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran KOTA (kota tempat tinggal, pent), isinya hanyalah dosa-dosa dan hal hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.
Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu daun timbangan, sedangkan amal baikku di daun timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku.

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya, ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, "masihkah orang ini punya amal baik?"
"Masih", jawab seseorang. "Masih tersisa ini."
Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa?

Aku berusaha melihatnya. Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku.
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar benar tertipu habis habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekan.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus turun. Hingga akhirnya aku mendengar seseorang berkata, "Orang ini telah selamat."

●●●

Adakah terselip dlm hati kita hawa nafsu ingin dilihat hebat oleh org lain pada amal-amal perbuatan kita?

Buang sekarang keinginan itu.. biarkan hanya untuk Allah saja. Karena segala sesuatu yang selain karena-Nya hanya tipuan kosong belaka.

istighfar..jua istighfar Dari istighfar

Jumat, 05 Juni 2015

Pengumuman Nilai Biologi Di Tunda

Asw.wr.wb.
Mhn maaf kepada seluruh siswa/i XI Mia 1-4 bahwa pengumuman nilai biologi ditunda. Mhn tunggu informasi lebih lanjut. Terima kasih. Wasl.wr.wb

Hikmah Dalam Harta

RENUNGAN HARI INI

Buat para pencari nafkah keluarga:

"Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. Tapi rizqimu tahu dimana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya  (mati).

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.

Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!!

Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan. Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di'adzab.

Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat. Bukan jalannya orang yg terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.

Maka segala puji hanya bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna".

Senin, 16 Maret 2015

Meniti Masa Meraih Asa

Meniti Masa Meraih Asa



Itulah hakekat dari perjalanan hidup. Waktu adalah bagian dari proses pembelajaran yang akan memberi banyak hal, bisa jadi mendewasakan kita atau malah meninabobokan lantaran kita kurang bisa mengambil pelajaran berharga dari waktu. 

Terkadang kita lupa bahwa waktu tidak akan pernah kompromi, ia akan terus berjalan namun selalu menyapa disetiap detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun. Ia tersenyum kala kita kembali menyapa dan mengisinya  dengan segudang aktivitas yang bermanfaat. Iapun bahagia saat ia selalu disanding dengan sejuta  asa dan optimisme tuk meraih mimpi, bahkan ia begitu bahagia karena merasa dihargai dan bermanfaat bagi manusia. Sebaliknya ia akan bersedih disaat orang sudah tidak lagi mempedulikannya, bahkan menyia-nyiakannya seolah kehadirannya tidak berarti apa-apa bagi manusia, padahal kehadirannya begitu penting sampai-sampai Allah bersumpah demi dia.

Membuka memori masa lalu dengan cerita indah dan membahagiakan adalah cara tuk membangkitkan semangat akan terwujudnya mimpi indah dimasa yang akan datang. Memori tentang kesedihan masa lalupun akan menjadi pelajaran penting bahwa Allah masih memberi peluang agar kita men-setting ulang tuk tidak jatuh kedua kali. Waktu mengajarkan kepada kita bagaimana hidup dengan misi yang akan memupuk keyakinan tuk meraih asa. 

Begitulah al-qur’an mengajarkan pada kita hingga seperenam dari keseluruhan ayat bercerita tentang sejarah masa lalu dari perjalanan anak manusia dari generasi ke generasi. Waktu mengingatkan kita pada visi hidup dan cara menjalaninya. Waktu juga membuka cakrawala berfikir kita bahwa setiap yang berawal akan berakhir. Sejarah mencatat kehidupan orang sukses dengan mampu memahami bagaimana mengawali hidup dan mengakhirinya.

Nabi Ibrohim AS menjalani waktu hidupnya dengan tetap menjaga misi hidupnya, dengan bermodal keyakinan bahwa hidup adalah kehendak sang Pencipta, sehingga api menjadi dingin, atau nabi Yunus AS yang tetap hidup dalam ikan paus, atau Nabi Sulaiman yang tetap pada pendiriannya tuk menjadi hamba yang bersyukur disaat kekayaannya tidak ada yang dapat menimpalinya. Semua berawal dari memahami waktu sebagai given tuk bisa menjadi hamba terbaik. 

Pepatah arab mengatakan “engkau dilahirkan dalam keadaan menangis, sementara orang disekitarmu tersenyum gembira, maka laluilah hidupmu dan akhiri hidupmu dengan senyuman, sementara orang disekitarmu menangis sedih karena merasa kehilangan karya-karya besarmu”.
Tataplah masa depan dengan senyuman yang menyertai keyakinan, dan jangan pernah kehilangan asa karena hidup tanpa asa tidak akan bertahan lama. Lakukan yang terbaik dan bermanfaat tuk makhluk karena memang itulah tugas kita yang sesungguhnya. 


Cikarang, 22  Januari 2015
HM. Adih Amin, Lc. MA

Jumat, 12 Desember 2014

Remedial Jaringan Hewan & Sistem Sirkulasi

Assalamu'alaikum wr.wb.
Bagi siswa yang mendapat nilai 7,0 untuk Bab Jaringan Tumbuhan maka tidak perlu melakukan remedial karena nilai sudah dituntaskan. Sedangkan bagi siswa yang masih perlu remedial untuk Bab Jaringan Hewan dan Sistem Sirkulasi, silahkan mengerjakan tugas berikut ini.

BAB JARINGAN HEWAN
Petunjuk: Kerjakan tugas ini di kertas folio bergaris dan dikumpulkan maksimal hari Senin jam 08.00 WIB.
Soal:

  1. Sebutkan jenis-jenis jaringan epitel berdasarkan bentuk dan susunannya, serta sebutkan letak masing-masing jaringan epitel tersebut. Lengkapilah jawaban anda dengan gambar. 
  2. Jelaskan perbedaan sifat/karakteristik antara serat kolagen dengan serat elastin pada jaringan ikat!
  3. Sebutkan  macam-macam jaringan otot dan jelaskan perbedaan-perbedaannya. Sertai dengan gambar!
  4. Gambarkan struktur neuron beserta dengan nama bagian-bagiannya (minimal 6 nama bagian).
  5. Jelaskan mekanisme terbentuknya tumor/kanker!
  6. Jelaskan faktor-faktor penyebab kanker
  7. Apakah yang dimaksud dengan mekanisme apoptosis?
  8. Jelaskan mengapa terapi kimia (Chemoterapy) dapat merontokkan rambut orang yang diterapi tersebut?

BAB SISTEM SIRKULASI
Petunjuk: Bukalah link video berikut ini; Heart attack in 3d animation. Rangkumlah materi di dalam video tersebut.

Rangkuman materi diketik di Ms.Word dan file tersebut diberi nama dengan format; Kelas_Nama_Remedial Sistem Sirkulasi.
Contoh; XI IPA 1_Winardi Abdurohman_ Remedial Sistem Sirkulasi.docx

Rangkuman tersebut dikirim via email ke; fjr.bio.sman46@gmail.com. Maksimal pengiriman adalah hari Senin, 15 Desember 2014 jam 10.00 WIB.

Catatan: Apabila ada siswa/i yang isi rangkumannya sama persis dengan siswa lain (copy-paste), maka kedua tugas siswa/i tersebut tidak akan dituntaskan.

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb